Search box

RSS feed

About Author

Footer

RSS

Menurut IMF, 2016 China Akan Menjadi Pemimpin Ekonomi Dunia

China diperkirakan akan mengambil-alih posisi Amerika Serikat sebagai negara dengan ekonomi terbesar di dunia pada 2016 mendatang, dengan menciptakan perubahan sangat besar dalam keseimbangan kekuatan global, sebut proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF) melalui websitenya dalam beberapa hari terakhir.

China akan mengambil-alih posisi AS di dalam output ekonomi riil - yang pertama dalam era modern di mana sebuah negara bisa melakukannya. Sementara itu, ahli sejarah ekonomi Angus Maddison memperkirakan Uni Soviet pada puncaknya hanya akan menduduki tempat ketiga dari total produksi barang dan jasa AS, sementara ekonomi Jepang masih akan kurang separuh ekonomi AS.
Kebangkitan China sangat berbeda, baik di dalam kecepatan maupun ukurannya. Jika selalu mengalami pertumbuhan sekitar 10% sebagaimana yang dialaminya rata-rata sejak 1980, ekonomi China akan jauh lebih besar dari AS dalam satu generasi.
Pertumbuhan China belum pernah terjadi sebelumnya begitu cepat. Tahun 1980, ketika reformasi ekonominya baru saja dimulai, IMF memperkirakan AS memproduksi lebih 10 kali produk dan jasa China. Bahkan 10 tahun lalu, ketika China mengambil-alih posisi Jepang sebagai negara ekonomi terbesar kedua dunia, AS masih memproduksi tiga kalinya.
Akan tetapi sejak itu, pangsa output global China berlipat-ganda sementara AS menciut dengan cepat. Dari 25% output global tahun 1986, pangsa AS anjlok menjadi kurang dari 20% dan diproyeksikan hanya 17,8% per 2016.
China memproduksi hanya 2,2% output dunia tahun 1980, namun kemudian naik menjadi 7% per 2000, 14% kini, dan diproyeksikan mencapai 18% per 2016. Pada 2016, IMF memperkirakan, China akan memproduksi lebih besar dibandingkan AS. Selama periode itu, outputnya naik hingga 30 kali level awal reformasi, sementara output AS naik 2,7 kali level tahun 1980.

AS memang masih akan menjadi pasar terbesar dunia. Jika China tetap mempertahankan nilai mata uangnya yang rendah, sebagaimana sekarang, IMF memproyeksikan dari segi nominal, pada 2016 ekonomi AS masih akan duapertiga lebih besar dari China. Namun kesenjangan ini akan mencerminkan nilai mata uang. Faktor di dalam harga relatif, dan output barang dan jasa riil China akan menjadi yang terbesar di dunia.
IMF memperkirakan China akan tumbuh 9,5% per tahun selama dasawarsa mendatang, agak turun dari sebelumnya, sementara pertumbuhan AS akan melaju dari rata-rata 2,1% menjadi 2,75% dalam dasawarsa baru.

Yunita Woro Setyani (10311582)
(analisadaily)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar