Kerjasama Ekonomi Internasional
Ekonomi Internasional dapat diartikan sebagai system ekonomi yang terjadi di dunia ini yang dilakukan oleh seluruh Negara di dunia. Dalam bidang ekonomi Internasional terjadi suatu system kerjasama ekonomi internasional antara Negara satu dengan Negara lainnya. Tujuan dari kerja sama internasional itu sendiri adalah mencukupi kebutuhan dalam negeri, meningkatkan produktivitas dalam negeri, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan Negara melalui ekspor.
Kerja sama ekonomi internasional juga terjadi di Negara – Negara ASEAN. Negara – Negara ASEAN tersebut membentuk beberapa komite yaitu Komite bahan makanan, Pertanian, dan Kehutanan(CFAF) yang berkedudukan di Indonesia. 2. Komite Perdagangan dan Pariwisata disingkat (COTT) yang berkedudukan di Singapura. 3. Komite Keuangan dan Perbankan(COFB) yang berkedudukan di Thailand. Tidak hanya Negara ASEAN yang membentuk suatu organisasi tetapi Eropa juga membentuk organisasi yang bernama EEC yaitu singkatan dari European Economic Community organisasi ini bertujuan untuk menyusun politik perdagangan bersama dan mendirikan daerah perdagangan bebas antar Negara. EEC juga menjalin kerja sama perdagangan dengan Negara ASEAN.
Kerja sama ini sangat baik terutama bagi Negara berkembang seperti Indonesia. Yang mana dapat membantu meningkatkan pendapatan Negara. Selain itu juga dapat membantu Indonesia untuk dapat dikenal oleh Negara lain. Selain dapat meningkatkan ekonomi Indonesia kerja sama ini dapat membantu Indonesia memperluas jaringan untuk menyalurkan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Negara Negara maju lainya.
(Fitri Novianti 10311577)
How About Inonesia Join To The Big Four?
Tentang Big Four:
Pengelompokan BRIC - Brazil, Rusia, India dan Cina - telah menjadi singkatan untuk bangkitnya pasar negara berkembang dalam ekonomi global. Dan setelah satu dekade yang agak luar biasa (2000-2009), terutama BRICs mengalami krisis baik dari yang mereka sekarang cepat keluar.
Jim O'Neill ekonom utama untuk Goldman Sachs, bank investasi, menciptakan akronim pada tahun 2001.
Goldman Sachs menganggap bahwa Cina mungkin menjadi ekonomi terbesar di dunia sebelum 2030. Secara keseluruhan, perekonomian BRIC bisa saja melebihi output dalam Kelompok Tujuh negara-negara kaya - yang telah mendominasi pengelolaan ekonomi global - oleh 2032.
BRIC's sudah memiliki bagian yang lebih besar perdagangan dunia dari Amerika Serikat. Cina, mungkin terbesar di dunia barang eksportir tahun lalu, telah dilengkapi dengan perangkat lunak India dan ekspor back-office, minyak dan gas Rusia dan dominasi dari sejumlah pasar komoditas pertanian oleh petani Brasil super-kompetitif.
http://the-marketeers.com/archives/is-indonesia-ready-to-join-the-big-four.html
Sejak diadakannya diskusi antara pemerintah,dunia usaha, lembaga keuangan, serta akademisi dalam rangka meningkatkan daya saing global Indonesia.Indonesia mendapatkan keyakinan untuk bergabung dengan ke empat negara-negara berkembang yang paling berpengaruh di dunia.
Hal ini terjadi sejak Profesor Martin yang bertanggung jawab untuk menyusun indeks daya saing untuk Forum Ekonomi Dunia, menyatakan bahwa Indonesia memiliki keunggulan dibandingkan dengan anggota BRIC hari ini. Dalam hal indeks daya saing global, Indonesia (berada di peringkat 44) memiliki posisi yang lebih baik dari Brasil (berada di peringkat 58), Rusia (berada di peringkat 63), dan India (berada di peringkat 51). Dia juga menyatakan bahwa Indonesia memiliki modal yang lebih banyak dibandingkan dengan Brasil, Rusia, dan India untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi, meskipun masih jauh di belakang Cina.
Hal ini juga di dukung dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin baik.
Namun, jika Indonesia benar-benar berniat untuk bergabung dengan Big Four. Alangkah baiknya jika Indonesia terlebih dahulu membenahi perekonomian Indonesia secara keseluruhan.
ENDAH DIAH ISTIQO (10311564)
PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Ilmu Ekonomi Internasional adalah cabang ilmu ekonomi yang mempelajari segala sesuatu mengenai hubungan ekonomi antar-negara dan keterkaitan ilmu ekonomi mikro (penentuan harga/alokasi sumber) dengan ilmu ekonomi makro (pendapatan nasional/GNP, perkapita/GDP dan sumber daya agregat).
Bentuk hubungan ekonomi internasional, baik pertukaran maupun utang/piutang, menggambarkan kedudukan ekonomi suatu negara dalam hubungannya dengan negara lain. Beda hubungan ekonomi antar-negara dengan antar-daerah dalam satu negara :
1. perbedaan dalam mata uang
2. beda peraturan-peraturan yang
dikeluarkan oleh Pemerintah
3. derajat mobilitas sumber daya
4. perbedaan lain : hukum, budaya, adat-istiadat, politik, selera.
Jarang sekali ada negara yang ekonominya benar-benar tertutup, oleh karena itu perlu dipelajari ekonomi internasional. Setiap ada perubahan permintaan atau penawaran agregat di pasar dunia, termasuk harga, maka pengaruhnya dirasakan dalam bentuk perubahan ekspor/impor dan secara tidak langsung juga pada produksi dan harga di dalam negeri.
Renaissance = keinginan untuk mengeksplorasi dunia lain. Kelompok merkantilisme sering dibedakan menjadi 2 :
1. kelompok Bullionist, lebih tegas dalam mengaitkan tingkat kemakmuran negara dengan peningkatan stok logam mulia, mendorong kebijakan ekonomi yang menghasilkan surplus ekspor, logam mulia berfungsi sebagai uang, tokoh utama : Gerald Malynes
2. kelompok Merkantilis murni, mengaburkan perbedaan uang dan modal (uang dianggap modal), masalah suku bunga : menentang adanya riba, suku bunga rendah mendorong kegiatan ekonomi. Harga terus meningkat, uang beredar perlu meningkat. Maka, uang sangat penting. Jalan memperbanyak uang dengan perdagangan internasional.
Tokoh-tokoh merkantilis murni antara lain :
Josiah Child : perdagangan internasional menghasilkan kemakmuran, menambah kekuasaan. Melalui perdagangan dan agama, ekspor didorong, impor dibatasi. Ekspor logam mulia dilarang. Barang-barang ekspor diberi subsidi supaya dapat dijual murah, meningkatkan kurs asing, menjatuhkan mata uang sendiri. Ekspor bahan mentah dilarang agar harganya di dalam negeri tetap rendah. Barang modal dan tenaga teknisi dilarang diekspor. Upah dipertahankan pada tingkat serendahnya, agar harga-harga di dalam negeri tetap.
James Stenard : golongan rakyat terendah dalam negara pedagang harus ditekan sampai pemenuhan kebutuhan fisik saja. Usahakan memperoleh monopoli perdagangan dan daerah jajahan.
Thomas Mun/Louis XIV (PM Perancis) : dikenal dengan sebutan Colbertisme, menitikberatkan pada perkembangan industri dalam negeri daripada perdagangan internasional.
Von Hornigh/Beker : memperkenalkan Cameralisme, upaya pegawai keuangan memupuk logam mulia untuk kepentingan kerajaan melalui kebijakan fiskal.
Kesatuan pandangan kelompok Bullionist dan Merkantilis murni : pemerintah harus mengatur perdagangan luar negeri secara ketat demi pembinaan negara nasional yang kuat. Timbulnya negara nasional yang kuat ini merupakan awal dari Kapitalisme.
Akhir abad 18 : mulai hilangnya campur tangan Pemerintah atas perdagangan luar negeri.
Richard Cantilon : keluar/masuk logam mulia di suatu negara erat hubungannya dengan tingkat harga barang/jasa di negara itu, dan berpengaruh pada neraca perdagangan.
David Hume : usaha untuk menumpuk logam mulia dengan ekspor sia-sia karena hanya akan menyebabkan kenaikan impor. Penumpukan logam mulia oleh perorangan menghambat kegiatan ekonomi (idle money).
John Locke (teori kuantitas uang) : surplus ekspor akan menaikkan harga-harga di dalam negeri dan menambah jumlah uang beredar. Price-Specie flow mechanism (mekanisme penyesuaian neraca perdagangan) : harga barang/jasa di dalam negeri naik maka konsumen mencari harga lebih murah di negara lain dan meningkatkan impor. Specie =logam mulia.
Adam Smith : perdagangan internasional harusnya didasari azas saling menguntungkan. Ekspor adalah barang berlebih atau barang unggulan saja agar tidak terjadi perang harga. Perdagangan antar-negara yang bebas dan tidak terhalang berbagai peraturan pemerin-tah akan memberi hasil maksimal, karena masing-masing negara akan melakukan spesialisasi dalam produksi yang paling cocok/menguntungkan. Kritik Smith atas Merkantilisme :
a) definisi kemakmuran, bukan banyaknya logam mulia, tetapi banyaknya barang-barang yang dimiliki. Mengembangkan stok produk negara melalui perdagangan, bukan perdagangan, karena semata-mata untuk menumpuk logam mulia melalui surplus ekspor
b) doktrin negara nasional yang kuat, sebatas terhadap militer dari luar, tata hukum dan keadilan dalam negeri, atau melaksanakan pekerjaan umum. Usaha lain harus diserahkan kepada swasta.
OLEH : JALU RIDHA FAUZI (10311581)
PENGARUH PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Ekonomi internasional adalah ilmu ekonomi yang membahas akibat saling ketergantungan antara negara-negara di dunia, baik dari segi perdagangan internasional maupun pasar kredit internasional. Sumber energi Amerika Serikat, misalnya, sangat bergantung pada produsen luar negeri, sedangkan Jepang mengimpor hampir setengah dari makanan yang di konsumsi oleh penduduknya. Sebaliknya, negara-negara berkembang sangat membutukan teknologi yang dikembangkan dan dihasilkan oleh negara-negara industri. Dalam jangka panjang, pola perdagangan internasional ditentukan oleh prinsip-prinsip keunggulan komparatif.
Pengaruh perdagangan internasional
Pengaruh perdagangan internasional terasa pada harga, pendapatan nasional, dan tingkat kesempatan kerja negara-negara yang terlibat dalam perdagangan internasional tersebut. Ekspor akan meningkatkan permintaan masyarakat, yaitu jumlah barang dan jasa yang diinginkan masyarakat didalam negeri. Sebaliknya, impor akan menurunkan permintaan masyarakat didalam negeri. Permintaan masyarakat akan mempengaruhi kesempatan kerja dan pendapatan nasional, dan diantara lain akan tergantung pada besarnya ekspor neto, yaitu selisih antara ekspor dan impor. Bila ekspor neto positif, berarti ekspor lebih besar daripada impor, kesempatan kerja dan pendapatan nasional cenderung akan naik. Besarnya ekspor neto sangat ditentukan oleh nilai kurs mata uang negara yang bersangkutan. Misalnya, nilai rupiah turun dibandingkan dengan dolar AS, harga barang ekspor dari Indonesia relatif akan lebih murah di AS, sehingga ekspor akan cenderung meningkat. Sebaliknya, harga barang-barang dari AS relatif menjadi mahal sehingga impor akan akan cenderung menurun. Dengan demikian, penurunan nilai kurs mata uang sendiri akan cenderung meningkatkan ekspor neto, demikian pula sebaliknya. Jadi, kegiatan serta kejadian internasional akan mempengaruhi ekonomi dalam negeri, melalui pengaruh nilai kurs mata uang pada impor, ekspor, dan akhirnya permintaan masyarakat.My Dospl
Pengaruh pasar kredit internasional
Pengaruh ini terasa pada ekonomi dalam negeri. Bank-bank serta perusahaan-perusahaan besar dan perorangan dapat meminjamkan uangnya didalam negeri maupun luar negeri, tergantung mana yang lebih menguntungkan. Keuntungan ini tergantung dari tingginya tingkat bunga yang ditawarkan oleh masing-masing negara. Bila di AS lebih tinggi tingkat bunganya, misalnya, maka dana akan mengalir banyak ke AS, begitu pula sebaliknya. Tetapi, mengalirnya banyak dana ke AS akan mengakibatkan penawaran kredit menjadi meningkat, dan hal ini akan menurunkan kembali tingkat bunga disana. Demikian seterusnya sehingga dicapai suau tingkat bunga yang dapat mempertahankan keseimbangan.
Pengaruh Ekonomi International Terhadap Keseimbangan Ekonomi
Dengan adanya perdagangan antar dua atau lebih Negara, tentunya berpengaruh terhadap perekonomian internasional dan Negara-negara yang terlibat secara langsung. Hal ini terlihat dari keseimbangan ekonomi yang menjadi dinamis sebagai pengaruh bias keluar masuknya jaringan internasional dalam domestik Negara.
Dapat berdampak baik apabila persaingan di pasar internasional mampu membawa Negara tersebut berpartisipasi sebagai pelaku yang tangguh dalam perdagangan internasional dengan menyediakan kebutuhan yang mampu bersaing dalam segala aspek. Namun sebaliknya, jika hanya membawa Negara yang terlibat menjadi bersifat kuonsumtif tanpa diiringi peningkatan perekonomian dan pendapatan per kapita masyarakat Negara tersebut, cepat atau lambat akan terjadi keruntuhan ekonomi yang dimulai dari jatuhnya nilai mata uang Negara tersebut.
Pengaruh aspek internasional terhadap keseimbangan supply & demand
Jika pada dasarnya, suatu Negara seperti Indonesia mampu memproduksi dan menyediakan kebutuhan yang memang dibutuhkan dan secara tetap bersaing dalam perdagangan internasional, maka dapat terlihat dalam keseimbangan supply & demand di Indonesia.
Jika permintaan akan kebutuhan yang kita produksi semakin tinggi maka titik keseimbangan supply dan demand akan semakin bergeser ke tingkat yang lebih tinggi dan kemampuan aspek produksi akan meningkat seiring berjalannya perubahan tingkat permintaan akan kebutuhan tersebut.
Begitu juga sebaliknya, apabila permintaan akan kebutuhan yang kita produksi semakin rendah, maka titik keseimbangan akan semaki bergeser ke tingkat yang rendah dan berpengaruh buruk pada aspek supply & demand Negara. Kualitas, tingkat produksi, dan segala aspek dalam penyediaan kebutuhan tersebut menentukan aka dibawa ke dalam keadaan seperti apa supply & demand suatu Negara.
Pengaruh aspek internasional terhadap Pendapatan Nasional
Seperti yang dibahas dalam sub pokok bahasan diatas, segala aspek internasional khususnya dalam kemampuan persaingan perdagangan internasional akan berpengaruh ke dalam supply & demand.
Hal ini juga tentunya berdampak pada tingkat Pendapatan Nasional dimana kesuksesan dalam perdagangan internasional akan memberikan pengaruh terhadap Pendapatan Nasional baik itu buruk maupun baik.
Peningkatan Pendapatan Nasional akan membantu pembangunan dan kemajuan Negara dan taraf hidup masyarakat. Pendapatan per kapita pun meningkat dan kesejahteraan bukan lagi hal yang sulit dirasakan. Juga sebaliknya, penurunan tingkat Pendapatan Nasional akan membawa negara menjadi ketergantungan terhadap negara lain dan akan melemahkan perekonomian suatu negara.
Pengaruh Aspek internasional terhadap aspek mikro perusahaan
Suatu perusahaan memegang peranan penting sebagai pelaku dalam perdagangan internasional. Hal ini tentunya membawa pengaruh terhadap perusahaan itu sendiri dikarenakan kualitas dan kuantitas kebutuhan yang diperdagangkan di pasar internasional tergantung pada perusahaan itu sendiri.
Tingkat produksi, kualitas & kuantitas sumber daya, kemampuan bersaing, dan keadaan perekonomian serta segala aspek yang telah kita bahas diatas bisa menentukan semua hal yang berpengaruh pada aspek mikro perusahaan.
Perdagangan internasional juga bias membawa suatu perusahaan yang berkecimpung di dalam suatu Negara menjadi perusahaan multinasional yang memiliki jaringan perdagangan yang lebih luas karena adanya akses ke pasar luar Negara tempat dimana perusahaan itu berada. Campur tangan pemerintah dan segala bentuk kebijakan perdagangan yang datang dari dalam atau luar negeri juga mampu membuka bahkan menutup kemampuan perusahaan dalam berperan serta di perdagangan internasional.
OLEH : AGUNG HASBUL WATHAN (10311583)
Bank Dunia: Indonesia Negara Paling Rumit
Oleh: Ratri Dwi Putriana
Dibanding negara yang masuk kelompok BRIC yakni Brasil, Rusia, India, dan China, Indonesia oleh Bank Dunia dinilai sebagai negara yang paling rumit.Ukuran kerumitan itu bisa dilihat dari hasil survei yang dipublikasikan Bank Dunia yang menyebutkan birokrasi di Indonesia berada pada skala 16,2, dibanding negara-negara BRIC dengan rata-rata tingkat birokrasi 13,7. Laporan itu, menurut Kepala Ekonom PT Bank Mandiri Tbk, Mirza Adhityaswara, dimuat dalam ‘Doing Business Report 2010′.Tak hanya peringkat birokrasi yang rumit, efisiensi dari struktur pemerintahan juga dinilai kurang.
Dalam hal korupsi, Indonesia dan BRIC juga dibandingkan. Hasilnya, Indonesia adalah negara yang angka korupsinya masih tinggi, yakni 16.Sedangkan angka korupsi rata-rata negara BRIC hanya 11,9. “Indonesia sedikit bagus dalam hal kestabilan politik,” kata Mirza di kantor pusat Bank Mandiri, Jakarta, Rabu 27 Oktober 2010. Oleh Bank Dunia, level politik Indonesia diberi nilai 6, sedangkan negara-negara BRIC 6,79.
Selain masalah korupsi dan efektivitas di pemerintahan, menurut dia, akses ke industri keuangan juga masih rendah.Demikian pula untuk masalah infrastruktur yang masih minim.“Janganlah dibandingkan BRIC, sama Malaysia saja sudahjauh,” katanya.Data Bank Dunia membandingkan posisi Indonesia terhadap negara-negara BRIC hanya setara dengan India.Pada pengguna internet misalnya, dari 100 populasi di Indonesia hanya meng-cover 8,7 persen, sedangkan India 5,1 persen. Ini jauh berbeda dibanding Brasil yang sudah 38,7persen, Rusia 42 persen, dan China 28,5 persen. Untuk konsumsi listrik (kWh per kapita), posisi Indonesia juga hanya menang atas India.Konsumsi listrik masyarakat Indonesia adalah 566 kWh per kapita, sedangkan India 542 kWh per kapita.Rusia terkait konsumsi listrik itu menempati posisi tertinggi yakni 6.317 kWh per kapita, sedangkan China di urutan kedua dengan 2.332 kWh per kapita, dan Brasil 2.171 kWh per kapita.Demikian pula untuk pengguna komputer (PC).Menurut versi Bank Dunia, pengguna komputer di Indonesia hanya dua persen per 100 populasi, sedangkan India 3,2persen per 100 populasi. Brasil menempati posisi teratas dengan persentase 29,2persen, Rusia 13,3 persen, dan China 5,6 persen. Namun, untuk pengguna telepon genggam, posisi Indonesia saat ini berada di urutan ketiga dari lima negara lain. Per 100 populasi, pengguna telepon genggam Indonesia mencapai 69,2persen. Tertinggi pertama adalahRusia yang mencapai 163,6persen. Brasil, China, dan India masing-masing dengan porsi pengguna telepon genggam sebesar 89,8persen, 55,5 persen, dan 43,8 persen.
PERKEMBANGAN SISTEM MONETER INTERNASIONAL
Ekonomi internasional adalah ilmu ekonomi yang membahas akibat saling ketergantungan antara negara-negara di dunia, baik dari segi perdagangan internasional maupun pasar kredit internasional
Perubahan sistem moneter diakibatkan oleh gejolak ekonomi. Dengan mempelajari pengalaman historis akan dapat diperoleh gambaran timbulnya ketidakstabilan ekonomi serta proses penyesuaian neraca pembayaran internasional.
1. Sistem Standar Emas 1870 - 1914
Muncul pada tahun 1870, dimana pemerintah Inggris menetapkan nilai poundsterling dengan emas. Karena perkembangan industri dan perdagangan dunia yang berkembang pada abad 19 serta diperkuat dengan ditemukannya tambang emas di Amerika dan Afrika, maka sistem standar emas dipakai oleh banyak negara hingga Perang Dunia I.
2. Zaman Bretton Woods, 1944 - 1973
Dalam perjanjian Bretton Woods terbentuk dua badan internasional, yaitu International Bank for Recontruction and Development, yang sekarang dikenal dengan Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional. Sistem kurs valuta asing yang dipakai semula adalah kurs tetap dan tidak memperbolehkan negara anggota melakukan pengawasan devisa (exchange control) kecuali mengalami krisis moneter atau defisit neraca pembayaran yang hebat. Pada masa tersebut dolar merupakan mata uang yang sangat penting dalam lalu lintas pembayaran internasional.
3. Sistem Semenjak 1973
Sejak tahun 1973, sistem moneter internasional merupakan campuran antara kurs tetap dengan kurs berubah-ubah. Mata uang beberapa negara besar berfluktuasi tergantung dari permintaan dan penawaran, dan seringkali penguasa moneter negara tersebut melakukan campur tangan di pasar valuta asing untuk mengurangi fluktuasi kurs yang berlebihan.
CARA - CARA MELAKUKAN PEMBAYARAN INTERNASIONAL
Dalam melakukan pembayaran transaksi ekonomi luar negeri, dapat digunakan beberapa cara, antara lain:
1. Cash
Pembayaran dilakukan dengan menggunakan check/cheque atau bank draft, pada saat barang dikirim oleh eksportir atau sebelumnya. Cara ini sangat baik bagi eksportir yang keadaan keuangannya lemah dan belum kenal baik dengan importir.
2. Open Account
Merupakan kebalikan dari cara cash, yaitu pembayaran dilakukan setelah beberapa waktu atau kebijaksanaan importir setelah barang dikirim kepada importir tanpa surat perintah pembayaran serta dokumen-dokumen.
3. Commercial Bill of Exchange
Merupakan cara yang paling umum dipakai dan sering disebut draft atau trade bills, yaitu surat yang ditulis oleh penjual yang berisi perintah kepada pembeli untuk membayar sejumlah uang tertentu pada waktu tertentu di masa datang, yang biasanya disebut trade drafts. Jenis draft terdiri dari; clean draft dan documentary draft.
4. Letter of Credit
L/C adalah suatu surat yang dikeluarkan oleh bank atas permintaan pembeli barang (importir) dimana bank tersebut yang menyetujui dan membayar wesel yang ditarik oleh penjual barang (eksportir). Dengan demikian L/C merupakan suatu alat pengganti kredit bank dan dapat menjamin pembayaran bagi eksportir. Pihak yang terkait dalam L/C adalah Opener (importir), Issuer (bank yang mengeluarkan L/C),Beneficiary atau penjual (eksportir), dan dalam prakteknya ada satu pihak lagi yaitu Confirming Bank, yaitu bank di negara eksportir.
5. Private Compensation
Adalah penyelesaian pembayaran dengan kompensasi utang piutang tanpa perpindahan mata uang ke negara lain.
OLEH :RASYID FAHMI (10311585)
Gejolak di Timur Tengah Guncang Ekonomi Dunia
Unjuk rasa dan kerusuhan yang menuntut perubahan di Tunisia, Mesir, Libya, serta beberapa negara lain di Timur Tengah dan Afrika Utara memiliki dampak negatif. Hal itu ternyata bukan saja pukulan berat bagi bidang ekonomi, tatanan keamanan, sosial, serta kualitas hidup warga di negara-negara bergolak tersebut. Namun, ekonomi dunia pun juga dipertaruhkan.
Seperti diwartakan Kantor Berita Xinhua, Rabu (23/2), ketidakstabilan politik di Timur Tengah dan Afrika Utara, wilayah utama penghasil minyak dunia, membuat kebimbangan atas spekulan internasional. Akibatnya, harga minyak dan emas meroket cukup tajam. Harga minyak di pasar London melampaui 105 dolar per barel, tertinggi sejak September 2008. Sedangkan harga emas lebih dari 1.400 dolar per ons.
Harga tertinggi baru selama tujuh minggu. Pasar saham juga ikut terpengaruh, turun secara signifikan di seluruh dunia. Perusahaan minyak raksasa beberapa negara seperi perusahaan minyak Itali ENI, Spanyol dengan Repsol, menangguhkan produksi minyak dalam negeri akibat perubahan di negara penghasil minyak.
Badan Satistik Mesir melaporkan, kerusuhan di negaranya menyebabkan kerugian sebesar US $ 1,7 miliar. Kerugian itu termasuk konstruksi manufaktur negara dan industri wisata. Sementara itu di Tunisia, kerugian ekonomi mencapai US $ 2,14 miliar. Sekitar 40 persen dari pabrik-pabrik di negara tersebut berhenti atau terdapat pemotongan operasi. Bahkan pabrik dijarah atau dibakar oleh massa. (Xinhua/ARI)
by FAHRIANDRA PURWO NUGROHO (10311572)
DAMPAK GLOBALISASI EKONOMI TERHDAP PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Perdagangan Internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Pendudukan yang dimaksud dapat berupa antar perorangan (individu dengan individu), antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain. Menurut Amir, M.S. seorang pengamat ekonomi, bila dibandingkan dengan pelaksanaan perdagangan Internasional sangatlah rumit dan kompleks. Kerumitan tersebut antara lain disebabkan karena adanya batas-batas politik dan kenegaraan yang dapat menghambat perdagangan internasional, misalnya dengan adanya perbedaan budaya, bahasa, mata uang, taksiran dan timbangan, dan hukum perdagangan. - Produksi global dapat ditingkatkan
- Meningkatkan kemakmuran masyarakat dalam suatu negara.
- Meluaskan pasar untuk produk dalam negeri.
- Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik.
- Menyediakan dana tambahan untuk pembangunan ekonomi.
- Karena perkembangan sistem perdagangan luar negeri yang menjadi lebih bebas, sehingga dapat menghambat pertumbuhan sektor industri.
- Dapat memperburuk neraca pembayaran.
- Sektor keuangan semakin tidak stabil.
- Memperburuk proses pertumbuhan ekonomi jangka panjang.











